LUMAJANG.KLIKSURABAYA.CO.ID – Rasa aman di sekolah merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya mencegah perundungan perlu ditanamkan sejak bangku sekolah dasar agar budaya saling menghargai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik.
Semangat tersebut diwujudkan SD Negeri Sumberwuluh 03 bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui kegiatan edukasi antiperundungan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Kegiatan Sosialisasi Stop Bullying yang dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) menyasar siswa kelas III dan IV sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter sekaligus upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Mengusung pendekatan pembelajaran yang interaktif, mahasiswa KKN memanfaatkan Smart TV sebagai media penyampaian materi. Tayangan visual dan video edukatif digunakan untuk membantu siswa memahami berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying fisik, verbal, hingga sosial, beserta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.
Selain menerima materi, para siswa diajak berdiskusi mengenai contoh perilaku yang termasuk tindakan perundungan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga belajar bahwa mengejek teman, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan fisik sekecil apa pun merupakan perilaku yang harus dihindari.
Suasana kelas berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari siswa setelah menyaksikan video edukatif tentang pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua Kelompok 3 KKN UIN Sunan Kalijaga, M. Fauzan Ismail, mengatakan penggunaan media digital dipilih agar pesan mengenai pentingnya menghargai sesama dapat diterima lebih mudah oleh anak-anak.
“Kami berharap melalui media pemutaran video dan materi visual di Smart TV ini, pesan moral yang kami sampaikan bisa lebih mudah diserap oleh adik-adik. Kami ingin mereka paham betul bahwa sekolah adalah tempat untuk saling merangkul, bukan memukul; untuk saling mendukung, bukan menjatuhkan,” ujarnya.
Kepala SD Negeri Sumberwuluh 03, Yulianti, S.Pd.SD, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan pendidikan karakter melalui pendekatan pembelajaran yang kreatif dan memanfaatkan teknologi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga atas kepeduliannya terhadap pendidikan karakter anak-anak di sekolah kami. Penyampaian materi melalui media visual membuat siswa lebih antusias dan lebih mudah memahami pentingnya saling menghormati serta menjauhi segala bentuk perundungan. Kami berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” ungkapnya.
Sebagai penutup, seluruh siswa kelas III dan IV bersama mahasiswa KKN menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut menjadi wujud kesadaran bersama bahwa menciptakan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Kolaborasi antara SD Negeri Sumberwuluh 03 dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan karakter di Desa Sumberwuluh.
Dengan budaya saling menghargai yang ditanamkan sejak dini, sekolah diharapkan terus menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang setiap anak secara optimal.








