Pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan alat pertahanan, tetapi juga oleh kualitas manusia yang dipersiapkan sejak usia dini. Anak-anak yang tumbuh sehat, bebas stunting, dan berkembang optimal dipandang sebagai aset strategis negara untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan dalam pendampingan kegiatan Posyandu Kamboja di Dusun Paleran, Desa Pejarakan, Kecamatan Randuagung, Senin (18/5/2026), saat Babinsa Pejarakan Koramil 0821-07/Randuagung, Serka Priyo Susetiyanto Widodo, mendukung pelayanan kesehatan rutin bagi balita dan baduta.
Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, menegaskan bahwa ancaman masa depan bangsa tidak hanya datang dari aspek keamanan konvensional, tetapi juga dari menurunnya kualitas generasi apabila persoalan kesehatan anak tidak ditangani sejak dini.
“Bangsa yang kuat tidak hanya diukur dari alat pertahanan, tetapi dari kualitas manusianya. Ketika anak-anak tumbuh sehat, bebas stunting, dan berkembang optimal, negara sedang menyiapkan kekuatan strategis untuk masa depan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kualitas generasi akan menentukan daya saing bangsa di bidang ekonomi, pendidikan, inovasi, dan stabilitas sosial. Karena itu, menjaga kesehatan anak menjadi bagian penting dari pembangunan nasional yang dimulai dari tingkat keluarga.
Menurutnya, keterlibatan TNI melalui Babinsa dalam Posyandu merupakan bentuk pembinaan teritorial yang menempatkan pembangunan manusia sebagai unsur ketahanan wilayah. Ketika masyarakat memiliki generasi yang sehat, desa akan lebih tangguh dan pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Posyandu melayani 17 balita dan 13 baduta melalui pemeriksaan berat badan, tinggi badan, pemberian vitamin, serta pemantauan tumbuh kembang. Langkah ini dinilai sebagai upaya awal mencegah gangguan pertumbuhan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Babinsa Desa Pejarakan, Priyo Susetiyanto Widodo, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak karena menyangkut masa depan bangsa.
“Anak yang sehat hari ini adalah generasi yang akan memimpin dan membangun negeri. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari keluarga, dan TNI siap mendukung melalui pendampingan di desa,” ujarnya.
TNI memandang Posyandu bukan sekadar layanan kesehatan bulanan, tetapi bagian dari investasi nasional. Dari ruang pelayanan sederhana di desa, masa depan bangsa sedang dibentuk melalui langkah mendasar: memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi kekuatan Indonesia di masa depan.









