Transformasi Posyandu Hadirkan Layanan Kesehatan Terpadu bagi Masyarakat Desa

Redaksi | News
oleh

LUMAJANG.KLIKSURABAYA.CO.ID – Posyandu di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, kini tidak lagi identik dengan layanan penimbangan balita. Melalui implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu bertransformasi menjadi pusat pelayanan kesehatan terpadu yang menjangkau seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak prasekolah, usia produktif, hingga lanjut usia.

Transformasi layanan tersebut terlihat dalam pelaksanaan Posyandu ILP 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Garuda di Dusun Wetan Sepuran, Kamis (16/7/2026). Sebanyak 75 warga memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan dalam satu lokasi, terdiri atas 25 balita, satu anak prasekolah, 24 warga usia produktif, 20 lanjut usia, dan lima ibu hamil. Selain itu, tiga balita memperoleh imunisasi sesuai jadwal.

Beragam layanan diberikan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan kehamilan, imunisasi, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, hingga penyuluhan kesehatan serta pemberian makanan tambahan bagi balita. Model pelayanan ini memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar tanpa harus datang ke beberapa fasilitas kesehatan yang berbeda.

Kepala Puskesmas Kedungjajang, dr. Zahrotul Ilmiyah, menjelaskan bahwa transformasi Posyandu melalui Integrasi Layanan Primer bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat desa.

“Edukasi dan komunikasi yang baik kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesadaran akan manfaat pelayanan kesehatan. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan yang tersedia di Posyandu,” ujarnya.

Pelaksanaan Posyandu ILP di Wonorejo tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan di satu tempat, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. Tenaga kesehatan bekerja bersama kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemerintah desa, hingga Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat, termasuk melakukan kunjungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan edukasi kesehatan.

Ketua Posyandu 6 SPM Garuda, Hermiyatun Widowanti, bersama tujuh kader Posyandu memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan tertib, mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pemeriksaan kesehatan, hingga penyuluhan. Peran kader menjadi ujung tombak dalam menjangkau masyarakat sekaligus mengajak warga memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin.

Penerapan Integrasi Layanan Primer di tingkat Posyandu menunjukkan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga dimulai dari desa. Kehadiran layanan yang lebih dekat, menyeluruh, dan mudah diakses diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit, menjaga kesehatan ibu dan anak, melengkapi imunisasi, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat.

Praktik yang diterapkan di Desa Wonorejo menjadi contoh bagaimana penguatan layanan kesehatan primer dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak dan partisipasi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat pelayanan balita, melainkan pusat layanan kesehatan keluarga yang hadir sepanjang siklus kehidupan.

No More Posts Available.

No more pages to load.