LUMAJANG.KLIKSURABAYA.CO.ID – Festival Pacu Bithek tidak hanya menghadirkan atraksi budaya yang menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menyediakan ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Ranu Klakah. Melalui bazar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian festival di kawasan wisata Ranu Klakah, Kecamatan Klakah, Minggu (2/8/2026), berbagai produk lokal diperkenalkan langsung kepada para pengunjung.
Sebanyak 10 pelaku UMKM binaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam bazar tersebut. Mereka menampilkan beragam produk unggulan khas Ranu Klakah, mulai dari kuliner, hasil olahan pertanian, hingga kerajinan yang mencerminkan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan setiap agenda budaya dan pariwisata perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk-produk lokal. Menurutnya, penyelenggaraan Festival Pacu Bithek menjadi salah satu upaya mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dan wisatawan yang hadir.
“Festival Pacu Bithek bukan hanya menjadi kebanggaan budaya masyarakat Ranu Klakah, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menjadikan setiap agenda budaya dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Para pelaku UMKM yang mengikuti bazar merupakan peserta yang telah memperoleh pendampingan dari mahasiswa KKN UGM, termasuk penguatan kapasitas usaha dan dukungan modal sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan selama pelaksanaan KKN.
Bunda Indah mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan UMKM. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat seperti ini harus terus diperkuat. Pendampingan kepada pelaku UMKM akan meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Saya berharap produk-produk unggulan Ranu Klakah semakin dikenal, tidak hanya di Lumajang tetapi juga di tingkat regional hingga nasional,” katanya.
Festival Pacu Bithek menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dunia pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui bazar UMKM tersebut, pelaku usaha memiliki kesempatan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang hadir, sementara pengunjung dapat mengenal lebih dekat beragam produk unggulan khas Ranu Klakah.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat yang tumbuh seiring dengan berbagai agenda budaya dan pariwisata di daerah.







